Diubah Jadi Apa Saja, Babi Tetap Haram




Banyaknya argumen untuk membenarkan penggunaan zat berbahan babi di dunia medis dibantah Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Sebagian ulama di beberapa negeri Arab yang juga diadopsi oleh beberapa ulama di Eropa, dengan kaidah Fiqhiyyah Istihalah memang menghalalkan gelatin dari babi, untuk cangkang kapsul itu, misalnya. Mereka menggunakan metode Qiyash atau analogi khamar yang haram, berubah menjadi cuka yang halal.

Wakil Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mengungkapkan, MUI tak menerima kaidah istihalah untuk produk berasal dari babi.“Artinya, kalau babi, walaupun sudah berubah menjadi apapun, maka hukumnya tetap haram,” tuturnya.

Kiai Ma'ruf pun mengutip makna ayat Alquran: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi…” (Q.S. Al-Baqoroh, 2: 173). “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi…” (Q.S. Al-Maidah, 5:3).

Dengan penyebutan sangat khusus di ayat-ayat itu, ia menjelaskan, MUI menetapkan pengharaman babi itu bersifat mutlak. tidak berlaku kaidah “Istihalah”. Walaupun bahan dari babi itu telah berubah bentuk dengan proses fisika maupun kimia, menjelma menjadi makanan yang sangat lezat, dan unsur babinya tidak terdeteksi sama sekali.

Bahkan dengan nada guyon ia mengatakan, “kalaupun babi itu berubah menjadi seorang wanita yang cantik dan sangat menarik sekalipun, namun ia tetap haram. Tidak ada toleransi padanya.”

Karena penggunaan bahan dari babi dengan sengaja, termasuk dalam kategori Intifa’ atau pemanfaatan babi atau bahan/barang yang dilarang dan diharamkan dalam Islam. Disebutkan dalam Hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya.” (HR. Abu Daud).


Share on Google Plus

About Zona Halal

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment