Bolehkah Makan Sambil Berdiri?




Islam mengatur adab makan dan minum. Perintah dan contoh dari Rasulullah SAW wajib diikuti setiap Muslim. Meski demikian, banyak Muslim yang mempertanyakan hukumnya makan sambil berdiri dan dengan menggunakan tangan kiri.

Fenomena tersebut sering terlihat saat walimah pernikahan, bahkan berbuka puasa berjamaah. Berikut kaidah makan dan minum  yang dilansir dari komisi fatwa MUI.

1. Makan-minum itu seharusnya diniatkan sebagai ibadah karena Allah, dan dimulai dengan berdoa. Doa yang masyhur dalam hal ini ialah: “Allahumma baariklanaa fi maa rozaqtana wa qinaa adzaban-naar”.  Atau minimal diawali dengan membaca Basmalah (maksud H.R. Imam Muslim).

2. Kalau lupa di awal makan-minum, ucapkanlah segera saat teringat: “Bila salah seorang di antara kamu hendak makan, maka ucapkanlah ‘Bismillah’. Namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah: ‘Bismillahi awwalahu wa akhirohu’ (Dengan menyebut Nama Allah dari mula hingga akhir).” (H.R. Abu Dawud dan Turmudzi).

3.    Makan-minum harus dengan tangan kanan, tidak boleh dengan tangan kiri. “Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah (haruslah) ia makan dengan (tangan) kanannya. Dan apabila ia minum, maka minumlah dengan kanannya. Karena sesungguhnya setan itu makan dengan kirinya, dan (juga) minum dengan kirinya.” (H.R. Imam Muslim).

4.    Dilakukan dengan duduk, jangan berdiri. “Janganlah salah seorang di antara kamu minum sambil berdiri; dan barangsiapa yang lupa, maka hendaklah ia memuntahkannya.” (H.R. Imam Muslim). “Anas berkata: Nabi saw telah melarang orang minum sambil berdiri.” Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: “Kalau makan bagaimana?” Ia pun menjawab: “Hal itu (makan dengan cara berdiri itu) lebih busuk dan jahat.” (H.R. Imam Muslim).

Dari hadis ini perintah agar memuntahkan makanan sebagai larangan yang keras: jangan makan-minum dengan tangan kiri, apalagi sambil berdiri. Karena itu merupakan perbuatan setan yang harus dihindari sepenuh hati: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (Q.S. An-Nuur, 24: 21).
Share on Google Plus

About Zona Halal

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment